Sambutan Menteri

Admin Lepnesia | Kamis, 20 Juli 2014 - 20:08:00 WIB | dibaca: 408 pembaca

 

 

KATA PEMBUKAAN

Segala Puji dan Syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang memberikan rahmat dan ridhoNya kepada setiap makhluknya, terumata pada tahap penyusunan Progran Mandiri Pendidikan Indonesia (PMPI) ini. Pendidikan merupakan salah satu sistem untuk memajukan bangsa dalam sebuah Negara yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan bermutu tinggi. Peningkatan SDM merupakan suatu proses yang kompleks, memiliki dimensi waktu yang panjang dan dengan memiliki interaksi atau komunikasi dari berbagai kumpulan unsur didalamnya. Sinerginitas interaksi kumpulan berbagai unsur sumber daya pendidikan itu tentu akan dapat lebih menjamin terciptanya kemandirian SDM sebagai luaran sekolah dan perguruan tinggi.
Dua belas tahun yang silam gagasan embrio PMPI ini telah muncul salah satu topik diskusi, dalam acara Prakonvensi Bhinneka Tunggal Ika yang diselenggarakan di Jakarta oleh Yayasan Pintu Gerbang Informasi Perdamaian Negara Kesatuan Republik Indonesia (PGIP NKRI). Secercah harapan pada waktu itu muncul untuk memajukan pendidikan yang merata dan berkeseimbangan di berbagai daerah Republik Indonesia. Merencanakan, melaksanakan dan meningkatkan ketersediaan pelayanan sumber daya pendidikan kepada masyarakat perlu lebih diintensifkan.
Sebagaimana Pemerintah Pusat dengan  Pemerintah Daerah dan masyarakat wajib menyediakan, mengalokasikan, mengelola dan mendayagunakan sumber daya pendidikan secara efisien, efektif dan akuntabel. Maka Yayasan PGIP NKRI terdorong membentuk Lembaga Etik Pendidikan (LEPNESIA) untuk melaksanakan Program Mandiri Pendidkan Indonesia (PMPI) dengan melakukan kerja sama dengan pemerintah maupun dengan masyarakat lainnya.
Adapun buku PMPI ini disusun sebagai program pendamping untuk memberikan informasi dan membantu kelancaran tugas pelaksanaan “Program Indonesia Pintar” di daerah-daerah, dalam mempersiapkan dan melakukan berbagai kegiatan pelayanan pendidikan yang berbakti pada nusa dan bangsa Indonesia.
Buku ini jauh dari sempurna oleh karena itu, mengharap kritikan sehat dari para cendikiawan untuk dapat dijadikan sebagai masukan, pertimbangan perbaikan, sehingga dapat lebih tepat guna untuk memajukan sumber daya pendidikan di Indonesia.

 

Medan,   6 Juni 2014

 

Jon Piter Sinaga